Underground Tracking & Communications Systems

February 5, 2013 at 1:41 pm Leave a comment

Mine Site Technology

Underground Tracking & Communications System

Oleh: Eko Tanoto, Underground Automation & Communications, PTFI

OVERVIEW

MST akan menjadi bagian bisnis yang penting dalam meningkatkan efektifitas, produksi, dan keselamatan kerja di area produksi tambang dengan menyediakan solusi dan layanan komunikasi dan informasi. Sistem MST Impact Tracking merupakan metode untuk memastikan keberadaan pekerja, kendaraan, dan asset lainnya di tambang bawah tanah dengan cepat dan akurat. Sistem pelacakan didasarkan pada perubahan pergeseran yang dideteksi dengan menggunakan standard komunikasi digital 802.11, aktif RFID tag, dan jalur jaringan nirkabel (wifi). Inovasi jaringan data dan komunikasi yang dikembangkan oleh MST mampu untuk dikombinasikan dengan infrastruktur jaringan yang sudah ada di area kerja maupun untuk pemasangan infrastruktur yang baru. Persoalan dengan topologi jaringan Star yang biasa terdapat di jaringan konventional dimana memerlukan power untuk setiap nodenya telah dapat diatasi dengan menggunakan composite kabel.

Cost

Nilai dari suatu aplikasi untuk sistem pertambangan hanya dapat dicapai apabila sistem tersebut sudah didesain dan dirancang dengan benar dan siap untuk diaplikasikan, digunakan dengan benar, dan dapat dipelihara dengan baik dan efisien, dan mendapat dukungan dari pemasok yang berkelanjutan.

Biaya sering menjadi pertimbangan utama dan pertama pada saat ingin membangun suatu sistem. Begitu pula pada saat mengaplikasikan MST Impact Tracking System. Telah menjadi anggapan lama bahwa teknologi modern seperti sistem wireless digital membutuhkan biaya yang lebih mahal daripada sistem leaky feeder. Kenyataannya adalah bahwa sistem Impact Tracking yang dikembangkan oleh MST yang menggunakan bahan dan teknologi modern akan memberikan keuntungan jangka panjang. Sistem MST 16% lebih murah dibandingkan dengan leaky feeder ketika sama-sama diterapkan untuk sistem tracking dan komunikasi suara, dan hanya 5% lebih mahal dengan teknologi yang hanya berbasis teks. Selain itu sistem MST menawarkan beberapa solusi yang tidak ada dan tidak bisa disediakan oleh leaky feeder. Berikut ini adalah beberapa solusi yang ditawarkan oleh MST:

  • Impact Communications Appliance:
    • Sebuah platform tunggal untuk mengelola semua aplikasi
    • Sistem pelacakan dan monitoring berbasis web
    • Sistem konfigurasi dan manajemen jaringan
    • Mampu untuk mengontrol board tag, LED signs, komunikasi VoIP dan pesan teks
  • Impact Digital Communications:
    • 802.11 Wifi Network for Underground
    • Tracking via RFID Wi-Fi Tags
    • VoIP telephones
    • IP Video Camera
    • Rajant Breadcrumbs
    • Hotspot for VIP diagnostic downloads
  • Tracking
    • Mendeteksi lokasi pekerja dan equipment di tambang bawah tanah secara real time
    • Mampu untuk managemen aset
    • Meningkatkan standard keselamatan dengan mengetahui keberadaan personil dan equipment
    • Deteksi kedekatan (proximity detection) sekitar kendaraan melalui VIP
    • Resource allocations
  • Vehicle Intelligence Platform (VIP)
    • Realtime engine diagnostic download
    • Realtime payload data
    • Proximity detection by detecting RFID tags
    • Tracking can locate and reallocate tasks to improve efficiencies
    • VIP monitor engine performance in real time
    • Control access into ventilation zones
  • VDV Leaky Feeder Radio System
    • Two-Way Voice
    • Telemetry
    • Robust Line Amplifier

Gambar 1. MST-Underground Tracking and Communications Systems

Safety

Dari sisi safety, sistem MST menawarkan aliran data yang tidak terganggu, percakapan yang lebih jelas, dan alarm darurat. Selain itu sistem MST menawarkan perbaikan safety yang lebih baik bila dibandingkan dengan sistem leaky feeder yaitu dengan memanfaatkan sistem tracking untuk membangun aturan “zona” didalam tambang bawah tanah, seperti:

  1. Zona Restriction: zona untuk mengetahui orang atau kendaraan yang tidak diperbolehkan berada di area tersebut.
  2. Zona Occupation Time: zona untuk memonitor dan mengontrol orang di zona yang lebih dari waktu yang ditentukan.
  3. Zona Population: untuk mengontrol populasi orang yang dapat disupport oleh refuge chambers.

Jika aturan yang dibangun tersebut dilanggar, sistem dapat dikonfigurasi untuk membunyikan alarm ke operator dan mengirimkan pesan teks notifikasi ke minephone ataupun ICCL cap lamp. Selain itu Impact Tracking juga memiliki fungsi replay yang dapat menunjukkan history pergerakkan masa lalu dari personil atau perangkat atau equipment yang dilacak, yang dalam jangka panjang dapat dimanfaatkan untuk rescue dan membantu memodifikasi dan memperbaiki tingkat produktifitas untuk mendapatkan proses yang lebih efisien.

 Expandability

Pertimbangan lain adalah kemampuan untuk dilakukan pengembangan termasuk untuk masuk ke sistem aplikasi yang ada ataupun dimasuki dengan aplikasi lain. Sistem Impact Tracking MST memungkinkan untuk menggunakan semua peralatan Wi-Fi b/g yang ada dan mengijinkan penambahan peralatan lain yang kompatibel dengan Wi-Fi b/g. Pengembangan sistem Impact Tracking juga dapat mengcover untuk area yang luas melalui port fiber-optik dan koneksi POE melalui kabel Ethernet. Selain itu semua peralatan jaringan IP dapat dioperasikan melalui sistem Impact Tracking karena sistem menggunakan standar IP terbuka.

 Reliability

Pertimbangan lain yang tidak kalah penting adalah masalah kehandalan sistem. Ketika sistem dikombinasikan dengan VoIP phone, sistem Impact menawarkan kehandalan percakapan dengan suara yang jelas karena bebas dari interferensi seperti sistem radio pada Leaky Feeder tradisional. Mengapa percakapan yang jelas begitu penting?. Ini memastikan informasi penting tidak disalahartikan, untuk meningkatkan keselamatan. Kabel sering rusak atau terputus di tambang, dan itu akan menghabiskan beberapa jam untuk mencari dan memperbaiki kerusakan tersebut. Tetapi dengan menggunakan sistem Impact kerusakan dapat dideteksi melalui software. Wireless Network Switch akan mengirim signal ke sistem yang menunjukkan port pada akses point mana yang down dan dapat menemukan secara akurat dimana letak kerusakannya. Selain itu sistem juga mampu mendeteksi kabel mana yang rusak, sehingga sistem akan mencari jalur pengiriman data yang lain dan menghentikan pengirimana data dari port yang terhubung dengan kabel yang rusak.

 Productivity

Keuntungan produktifitas tidak hanya dilihat dengan penggunaan fungsi replay untuk meningkatkan proses, tetapi sistem Impact juga mampu untuk managemen sistem equipment tambang bawah tanah, permintaan ventilasi, sistem automasi, dan fungsi control dan monitoring lain yang ada di tambang bawah tanah. Tambang yang paling aman adalah tambang yang paling produktif. Penurunan angka kecelakaan akan mengurangi downtime pekerja yang juga menunjukkan peningkatan produktifitas. Dengan adanya sistem monitoring yang handal, akan memberikan efek positif terhadap attitude pekerja. Hal ini akan mendukung kemampuan mereka untuk mencapai tingkat produktifitas tertinggi dan berkontribusi terhadap budaya keselamatan.

 PERSONNEL & ASSET TRACKING

Gambar 2. Komponen Sistem RFID

Pengendalian akses terhadap equipment dan personil di area tambang telah menjadi hal kritis untuk peningkatan produktifitas dan untuk memenuhi tanggungjawab safety. Komponen Sistem Tracking MST terdiri dari:

  1. RFID Tag

    RFID tag mentransmit unik ID dan baterai status ke RFID Reader/Access Point sampai range 100-150 m. RFID tag menggunakan loop antenna yang terprint pada circuit board. Tag mentransmit pada frekuensi Wi-Fi 2,4GHz dan dapat menerima signal pada frekuensi 125 kHz. RFID tag ini didesain khusus untuk dibawa oleh pekerja dan di pasang pada kendaraan atau equipment lain yang ada di tambang bawah tanah. Tersedia dua jenis RFID tag yang sudah disetujui oleh MSHA yaitu RFID tag yang dipasang pada ICCL Cap Lamp (disuplai dari rechargeable battery pada cap lamp) dan Self Contained RFID tag yang dikenakan pada sabuk atau dipasang pada equipment yang memiliki baterai internal yang memiliki lifespan 9 bulan-3 tahun.

  2. RF Antenna

Antenna berfungsi untuk menerima maupun memancarkan sinyal elektromagnetik pada frekuensi tertentu. Ada beberapa karakter penting yang perlu dipertimbangkan ketika memilih tipe antenna yaitu frekuensi antenna, pola radiasi, directivity, gain, dan polarisasi. Pola radiasi antena adalah plot 3-dimensi distribusi sinyal yang dipancarkan atau diterima oleh sebuah antenna. Sebuah antena yang meradiasikan sinyalnya sama besar ke segala arah disebut sebagai antena isotropis. Antena seperti ini akan memiliki pola radiasi berbentuk bola Namun, jika sebuah antena memiliki arah tertentu, di mana pada arah tersebut distribusi sinyalnya lebih besar dibandingkan pada arah lain, maka antena ini akan memiliki directivity Semakin spesifik arah distribusi sinyal oleh sebuah antena, maka directivity antena tersebut. Antena dipol termasuk non-directive antenna. Dengan karakter seperti ini, antena dipol banyak dimanfaatkan untuk sistem komunikasi dengan wilayah cakupan yang luas. Gain (directive gain) adalah karakter antena yang terkait dengan kemampuan antena mengarahkan radiasi sinyalnya, atau penerimaan sinyal dari arah tertentu.

Polarisasi didefinisikan sebagai arah rambat dari medan listrik. Antena dipol memiliki polarisasi linear vertikal . Mengenali polarisasi antena amat berguna dalam sistem komunikasi, khususnya untuk mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pola radiasi, yang pertama adalah Half-power Beamwidth (HPBW), atau yang biasa dikenal sebagai beanwidth suatu antena. Terdapat beberapa tipe antenna yang digunakan pada sistem MST yaitu:

  1. Antenna Directional: merupakan jenis antena dengan narrow beamwidth, yaitu punya sudut pemancaran yang kecil dengan daya lebih terarah, jaraknya jauh dan tidak bisa menjangkau area yang luas, antena directional mengirim dan menerima sinyal radio hanya pada satu arah, umumnya pada fokus yang sangat sempit.
  2. Antenna Omni: Antena ini mempunyai sudut pancaran yang besar (wide beamwidth) yaitu 360°; dengan daya lebih meluas, jarak yang lebih pendek tetapi dapat melayani area yang luas Omni antena tidak dianjurkan pemakaian-nya, karena sifatnya yang terlalu luas sehingga ada kemungkinan mengumpulkan sinyal lain yang akan menyebabkan interferensi. antena omnidirectional mengirim atau menerima sinyal radio dari semua arah secara sama.
  3. Antenna sectoral: Sudut pancaran antenna ini adalah 45°-180° dan tingkat ketinggian pemasangannya harus diperhatikan agar tidak terdapat kerugian dalam penangkapan sinyal. Pola pancaran yang horisontal kebanyakan memancar ke arah mana antenna ini di arahkan sesuai dengan jangkauan dari derajat pancarannya, sedangkan pada bagian belakang antenna tidak memiliki sinyal pancaran. Antenna sectoral ini jika di pasang lebih tinggi akan menguntungkan penerimaan yang baik pada suatu sector atau wilayah pancaran yang telah di tentukan.
  1. RFID Reader/Access Points

    Reader menerima tag ID yang ditransmit oleh signal Wi-FI dan kemudian mentransmit kembali data tersebut ke komputer server melalui jaringan Ethernet, fiber optik, radio modem atau jaringan digital lain yang ada di tempat. Kombinasi link dapat juga diintegrasikan untuk meningkatkan performansi transfer data baik pada saat down-stream maupun up-stream data.

    Box enclosure Reader didesain dari stainless steel setebal 1,6 mm dan sudah terproteksi dengan standar IP66 sehingga terlindungi dari air dan debu. Reader membutuhkan suplai listrik dengan tegangan 12-48 VDC dan menggunakan tipe antenna untuk sistem Wi-Fi 802.11. Tipe antenna disesuaikan dengan kebutuhan misalnya antenna directional digunakan untuk meningkatkan jarak transmit dan receive dan untuk menentukan arah perpindahan di suatu tempat. Di box panel terdapat LED indicator sehingga kita bisa melihat status operational setiap port dan channel reader. Wifi Tracking Reader mampu untuk merekam 10-20 tag di dalam suatu kendaraan yang bergerak dengan kecepatan 35 km/jam.

  2. Network

    Suatu metode berkomunikasi dua atau lebih sistem komputer yang saling terhubung satu sama lain melalui medium transmisi. Medium transmisi dapat berupa kabel, udara, maupun optik. Jaringan komputer tersususn atas beberapa elemen dasar yang meliputi komponen hardware dan software. Komponen hardware mencakup client (yang meminta dan menerima layanan), server (komputer atau device yang menyediakan informasi yang diperlukan oleh client, memproses, menyimpan , dan memanage data), Network Interface Card (card yang berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan perangkat ke sebuah jaringan komputer), dan medium transmisi. Sedangkan komponen software meliputi sistem operasi jaringan, network adapter driver, dan protocol jaringan.

    Pada jaringan komputer terdapat beberapa perangkat jaringan yang umum digunakan yaitu:

  • Repeater: berfungsi untuk menerima signal kemudian menguatkan kembali sinyal yang diterima akibat sinyal yang melemah akibat jarak transmisi. Repeater tidak merubah informasi yang ditransmisikan dan tidak dapat memfilter informasi.
  • Hub: merupakan multiport repeater yang mentransmisikan sinyal ke setiap line yang terkoneksi dengannya, menggunakan metode half –duplex. Hub biasanya digunakan untuk membangun sistem jaringan dengan topologi star. Meskipun hub memiliki multiport, tetapi tetap menggunakan metode broadcast dalam mengirimkan signal, sehingga bila salah satu port sibuk maka port yang lain harus menunggu jika ingin mengirimkan signal. Hub dapat dikoneksikan ke hub lain dengan metode chaining melalui uplink port.
  • Bridge: merupakan intelligent repeater karena berfungsi seperti repeater atau hub tetapi lebih pintar karena bekerja pada lapisan data link layer sehingga mempunyai kemampuan untuk menggunakan MAC Address dalam proses pengiriman frame ke alamat tujuan. Ketika sebuah perangkat mengirim data untuk perangkat tertentu, bridge akan mengirim data tersebut melalui port yang terhubung dengan perangkat dengan alamat tujuan saja. Namun, ketika belum menemukan port mana yang terhubung dengan perangkat tujuan, bridge akan mencoba mengirim pesan broadcast ke semua port (kecuali port pengirim). Setelah port tujuan diketahui, maka untuk selanjutnya hanya port itu saja yang akan dikirim data. Bridge biasa digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah walaupun menggunakan media transmisi maupun model atau topologi jaringan yang berbeda.
  • Switch: merupakan intelligent hub atau multiport bridge karena mampu menganalisa paket data sebelum dikirim ke alamat tujuan dan memiliki beberapa port. Switch mempunyai kemampuan untuk menentukan tujuan MAC Address dari Packet, filter frame (mengurangi kesalahan dalam pengiriman data yang berupa frame), serta memelihara daftar MAC Address tersebut. Switch bekerja dengan mode pengiriman frame dan beroperasi dengan mode full-duplex dimana dapat menerima dan mengirim paket data secara bersamaan dalam satu waktu. Dengan kemampuan tersebut jika salah satu port pada switch sibuk maka port-port lain masih tetap dapat berfungsi. Switch juga menerapkan microsegmentation sehingga mampu mengurangi collision domain (tabrakan data pada saat pengiriman data ) serta meningkatkan kinerja dari jaringan dengan menyediakan kesesuaian level jaringan client-server, serta dapat mengalokasikan bandwidth untuk setiap port.
  • Router: Router bekerja dengan prinsip yang mirip dengan switch maupun bridge, perbedaannya router dapat memfilter lalu lintas data bukan dengan melihat alamat paket data tetapi menggunakan protocol tertentu. Jadi kalau bridge dan switch memfilter jaringan secara physical ( menggunakan MAC Address), router memfilter lalu lintas data secara logical. Sebuah IP router mempunyai kemampuan untuk membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP Address tertentu yang bisa mengirim atau menerima data dari satu segmen ke segmen yang lain. Router biasa digunakan untuk menghubungkan jaringan komputer ke jaringan yang lain baik itu jaringan pribadi (LAN/WAN) maupun jaringan publik (internet).

  1. Integrated Communication Appliance

Suatu perangkat server yang mengintegrasikan beberapa modul ke dalam suatu database untuk diolah sehingga dapat diakses dan dipahami oleh user. Terdapat beberapa software modul yang terintegrasi pada server MST yaitu software modul untuk vehicle data collection, network monitoring, tracking software, device configuration management, IP PBX software, dll. Semua data yang dikumpulkan kemudian diintegrasikan dalam server database yang kemudian akan diproses dan diolah sehingga dapat ditampilkan ke layar dispay, web browser, ataupun administration di workstation.

Gambar 3. ICA System Architecture

VIP Data collection software mengatur proses pengumpulan data dari VIP modul dan mendukung upload data dari beberapa VIP modul secara serentak. Selain data collection software juga mengatur dan memastikan ketersediaan bandwidth jaringan sehingga jaringan sistem tidak akan kebanjiran data oleh proses upload data oleh perangkat. Data collection software support terhadap database software seperti Microsoft SQL server maupun PostgreSQL sebagai data penyimpanan baik di sistem Windows maupun Linux.

Gambar 4. Logical System Design for Underground Tracking

Impact melacak aktif Tag yang dibawa oleh pekerja maupun yang dipasang pada kendaraan dan equipment yang berada didalam zona underground. Tag ini dapat diaktifkan maupun dinonaktifkan oleh activator tag yang dipasang di lamp room. Dengan sistem ini maka hanya tag yang berada di zona underground yang akan dilacak. Tag pada dasarnya adalah radio kecil yang mentransmit signal untuk dibaca oleh reader. Ketika tag melewati atau berada pada area yang tercover oleh Reader, signal yang dipancarkan oleh tag akan dibaca oleh reader dan kemudian akan ditransmisikan kembali ke database server melalui jaringan komputer. Terdapat tiga data utama yang ditransmit oleh tag yaitu unik ID, baterai status, dan checksum. Status low baterai akan direcord oleh sistem tracking, disimpan pada database, dan selanjutnya akan ditampilkan pada komputer client. Tracking Software akan mengirim send out request ke setiap reader untuk setiap interval waktu tertentu (3-60 s tergantung konfigurasi sistem). Reader mampu untuk menyimpan 10-20 tag. Ketika history tag yang disimpan telah sukses di kirim ke database, reader akan menghapus daftar tag dan mulai merecord daftar tag selanjutnya yang terdeteksi. Informasi dari tiap tag ID akan disimpan pada tracking database. Tracking database ini selanjutnya dengan Application Programming Interface (API)pada server akan diproses sehingga dapat ditampilkan di aplikasi tambang underground seperti MineDASH, mobileVIEW, maupun ditampilkan melalui web browser di komputer client. Dengan menggunakan sistem tracking maka personil, kendaraan, maupun equipment yang berada di dalam tambang underground akan selalu dilacak keberadaannya secara realtime. Informasi yang diberikan oleh sistem tracking akan sangat penting ketika berada pada situasi emergensi.

TRACKING TECHNIQUE

Sistem pelacakan dan penentuan lokasi pada jaringan Wi-Fi dapat dilakukan dengan melakukan teknik pengukuran. Terdapat beberapa metode pengukuran posisi yang sudah banyak dikembangkan diantaranya dengan pengukuran jarak (lateration), sudut (angulation), dan pola lokasi (pattern recognition). Terdapat tiga cara yang biasa digunakan pada penentuan lokasi berdasarkan jarak yaitu:

  1. Time of Arrival (ToA)

    Pengukuran dengan teknik ToA didasarkan pada pengukuran waktu kedatangan dari signal dari signal yang ditransmisikan oleh RF tag ke reader. Karena perjalanan sinyal diketahui kecepatannya mendekati kecepatan cahaya c=3 x 108 m/s atau sekitar 300 m setiap mikrodetik, maka jarak antara tag dan reader dapat ditentukan dari waktu propagasi dari perjalanan sinyal diantara kedua perangkat tersebut. Teknik ToA membutuhkan pengetahuan yang sangat presisi terhadap waktu awal transmisi dan harus memastikan bahwa reader dan tag memiliki waktu sinkronisasi yang sangat presisi. Dengan mengetahui waktu perjalanan dan kecepatan propagasi sinyal, maka perhitungan jarak tag terhadap reader akan sangat mudah untuk dilakukan.

    Dimana ρ adalah jarak (m) , c adalah kecepatan propagasi ~300 m per mikrodetik, dan t adalah waktu propagasi sinyal dalam mikrodetik.

Gambar 5. Teknik Pengukuran Time of Arrival (ToA)

Teknik ToA mampu untuk menentukan lokasi baik dalam 2-D maupun 3-D. Salah satu kelemahan dari teknik ToA adalah dibutuhkannya sinkronisasi waktu yang tepat untuk keseluruhan sistem tracking. Mengingat kecepatan propagasi yang tinggi, perbedaan yang sangat kecil dalam sinkronisasi waktu dapat mengakibatkan error yang besar pada saat penentuan lokasi. Sebagai pertimbangan bahwa kesalahan pengukuran waktu 100 nanodetik dapat mengakibatkan kesalahan lokasi sejauh 30 m. Kesalahan penentuan lokasi dapat diminimalisasi dengan algoritma least-square atau algoritma lain yang serupa.

  1. Time Difference of Arrival (TDoA)

    Teknik TDoA menggunakan pengukuran waktu relatif pada setiap reader terhadap pengukuran waktu absolut di suatu tempat. Dengan teknik ini, TDoA tidak membutuhkan sinkronisasi waktu antara reader dan tag. Dengan menggunakan TDoA, transmisi sinyal dengan waktu awal yang tidak diketahui diterima pada reader dan hanya reader yang membutuhkan waktu sinkronisasi. TDoA umumnya menerapkan proses matematika hyperbolic lateration. Dengan penerapan ini, maka dibutuhkan setidaknya 3 waktu sinkronisasi dari reader yang menerima sinyal, A, B, C. Pada Gambar 6. Mengasumsikan bahwa ketika tag X mentransmit sinyal, sinyal ini diterima oleh Reader A pada waktu TA, Reader B pada waktu TB, dan Reader C pada waktu TC. Perhitungan TDoA untuk sinyal yang dikirim antara lokasi pada Reader B dan A adalah k:

  2. Nilai ini dapat digunakan untuk membangun sebuah parabola dengan fokus pada kedua lokasi reader B dan A. Hiperbola ini merepresentasikan lokus dari semua titik pada bidang x-y, selisih jarak dari dua fokus adalah sama dengan k.c meter. Secara matematik, nilai ini merepresentasikan kemungkinan lokasi dari tag X pada:

    Kemungkinan lokasi tag X dapat diwakili oleh titik pada hiperbola . Untuk penentuan lokasi tag X lebih lanjut, Reader penerima ketiga pada lokasi C digunakan untuk menghitung :

    Dengan mengetahui nilai maka kita dapat membangun parabola kedua yang merepresentasikan lokus dari semua pada bidang x-y, selisih jarak dari dua fokus C dan A adalah sama dengan meter. Secara matematik, nilai ini merepresentasikan kemungkinan lokasi dari tag X pada:

    Gambar 6 menunjukkan posisi tag X yang diperoleh dari perpotongan hiperbola dan .

Gambar 6. Teknik Pengukuran Time Difference of Arrival (TDoA)

  1. Received Signal Strength Indicator (RSSI)

    Pelemahan kekuatan sinyal yang dipancarkan merupakan fungsi jarak antara emitor dan receiver. Dengan penerapan teknik RSSI, target akan dapat ditentukan lokasinya dengan mengetahui daya dari pancaran transmitter, total path loss antara receiver dan transmitter, dan gain dari antenna. Berikut ini adalah contoh model path loss yang umum digunakan untuk propagasi indoor 2,4 GHz:

    Dimana PL merepresentasikan total path loss antara tag dan reader (dB), adalah referensi path loss antara tag dan reader pada jarak 1 meter (dB), D adalah jarak antara tag dan reader (meter), n adalah pangkat path loss untuk lingkungan tag dan reader ditempatkan, dan S adalah derajat shadow fading lingkungan (dB). Path loss (PL) adalah perbedaan antara power yang dikirim dengan power yang diterima dan merepresentasikan level dari pelemahan signal karena pengaruh ruang propagasi, pemantulan, difraksi, dan penghamburan gelombang. Path loss exponent merupakan fungsi frekuensi, lingkungan, dan penghalang. Pada frekuensi 2,4 GHz, untuk lokasi underground dimana berada pada ruang tertutup dan terdapat banyak penghalang maka nilai path loss exponent n=6. Penghitungan signal strength yang diterima oleh server dipengaruhi oleh daya pancar transmiter, jalur sinyal, antenna, cable losses seperti digambarkan pada formula berikut:

    Dengan demikian maka dapat menghitung nilai D dengan mensubtitusikan dua formula diatas:

————————————–CONTINUE—————————–

Untuk informasi lebih detail, bisa menghubungi saya, 0901-419111/0901-419011. PT. Freeport Indonesia, Underground Automation & Communication Engineer

Advertisements

Entry filed under: Uncategorized.

Sekilas tentang MINEGEM Big Gossan Paste Plant

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


February 2013
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728  

Pages

Categories

My Tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Archives

Blog Stats

  • 98,630 hits

%d bloggers like this: