Sekilas tentang MINEGEM

June 17, 2012 at 6:58 am Leave a comment

Local Area Radio Network (LAS)

Gambaran Umum

Local Area Radio Network (LARN) merupakan sebuah jaringan data nirkabel Ethernet yang memungkinkan dilakukannya komunikasi antara Operator Station dengan komputer on board (yang terpasang) pada alat. Jika radio LARN sesuai dengan IEEE 802.11b, penggunaan radio-radio non-MINEGEM™ akan menyesuaikan dengan sistem tersebut.

LARN membutuhkan penggunaan ekslusif spektrum radio 2.4 GHz seperti yang dirincikan dalam Kesepakatan Lisensi piranti lunak MINEGEM™.

Semua data dan perintah dikirimkan ke dan dari alat via LARN, kecuali sinyal Independent Safety System (ISS).

LARN menerima data dari alat dalam bentuk yang mencakup: gambar kamera, lokasi alat, LADAR scan, tegangan sistem, artikulasi alat dan masih banyak lagi. Alat ini mengirimkan perintah ke alat mengenai bagaimana dan ke mana harus bergerak. Fungsi nirkabel LARN tidak boleh dicampuradukkan dengan fungsi ISS leaky feeder.

Prinsip LARN mirip dengan sel-sel telepon genggam; alat akan menjelajah di antara sel-sel yang bergerak.

Komponen-Komponen LARN

Radio LARN

Radio LARN mengubah sinyal Ethernet digital dari kabel LARN dan mengubahnya menjadi sinyal RF dan kemudian mengirimkan sinyal RF via antena LARN. Radio ini juga mendengarkan sinyal RF dan mengubahnya ke Ethernet dan mengirimkannya kembali melalui kabel LARN. Setiap radio memiliki sebuah IP Address dan hostname yang unik yang didasarkan pada nomor seri unit sehingga diagnostik dan konfigurasi Area Operation akan bisa dibedakan pada jaringan.

Sinyal radio pada pokoknya bekerja di dalam parameter jarak pandang, namun sinyal tersebut bisa mencapai jarak tertentu di sekitar tikungan atau ke dalam stockpile dan drawpoint.

Radio LARN berhubungan dengan Onboard Radio Unit (ORU) untuk memastikan bahwa alat selalu terhubung ke radio yang paling sesuai. Radio yang sedang aktif pada jaringan (network), radio yang terhubung ke setiap alat dan kekuatan sinyal yang sedang ada bisa dilihat pada Diagnostic Suite.

Kabel dan Antena LARN RF

Setiap radio LARN harus terhubung ke antena LARN dengan sebuah kabel LARN RF. Keduanya menerima dan mengirimkan sinyal RF dari radio LARN ke ORU.

LARN Repeater

LARN Repeater memiliki 2 fungsi: sebagai network switch dan power hub; dan sebagai sebuah repeater untuk memperluas jaringan LARN melampuai batas kabel 96m.

LARN repeater bertindak sebagai sambungan (junction) empat arah, memungkinkan sinyal data dan listrik dipisahkan dari satu kabel masuk ke tiga kabel keluar.

Mencabangkan LARN

Beberapa repeater bisa dicabangkan di sebuah pohon struktur untuk mencakup banyak jalur area pengoperasian. Radio-radio dipasangkan di titik-titik strategis di dekat Repeater atau di ujung suatu cabang. Batas-batas beban listrik dan jarak cabang digunakan.

Memperpanjang LARN

LARN
repeater bisa juga diletakkan secara seri (dirantai) untuk memperpanjang jaringan yang melampaui batas kabel 96m yang dispesifikasikan oleh protokol Ethernet. Batas 500M diberlakukan.

Kabel Data LARN

Komponen-komponen LARN disambungkan via kabel yang membawa komunikasi dan listrik ke repeater dan radio. Kabel yang sama digunakan untuk menghubungkan radio dan repeater.

Panjang kabel-kabel tersebut sebelumnya sudah dipotong 96, 60 dan 20m. Panjang maksimum kabel yang diijinkan di antara perlengkapan adalah 96m.

Operator Station

Switch jaringan di Rak Operator Station dihubungkan ke sebuah repeater di LARN untuk memberikan komunikasi data di antara Operator Station dan alat. Jika jarak di antara Operator Station dan LARN terlalu besar, dianjurkan untuk menggunakan Sambungan Fiber Optic. Sebuah Converter Fibre Optic dihubungkan ke network switch pada rak Operator Station dan yang lainnya ke sebuah repeater pada LARN dengan sebuah kabel optik fiber yang menghubungkan dua konverter. Suatu protokol optik fiber yang mampu memberikan setidaknya 100MB sesuai untuk hal ini.

Onboard Radio Unit (ORU)

ORU (1) pada alat menghubungkan ujung pada radio link ke LARN. Bagian ini berhubungan dengan radio LARN yang memberikan sinyal paling kuat dan akan terhubung kembali dengan radio selanjutnya pada jaringan saat menjadi sinyal yang paling kuat.

Loader Otomatisasi System (LAS)

Piranti Keras Onboard

Gambar 1

(1) ORU (2) Amber Strobe (3) Ladar belakang (4) Kamera Video Belakang (5) Strobe Merah (6) DCCU

Gambar 2

(7) Antena Alat (8) AVRU (9) MCU (10) ISSU

Onboard Radio Unit (ORU) (1)

ORU mengubah data Ethernet ke data RF dan sebaliknya. Bagian ini mengirimkan dan menerima semua data yang berhubungan dengan LAS via LARN dan operator station. Fungsi-fungsi lain dari ini ini juga dibahas di atas sebagai bagian dari Komponen-Komponen LARN.

Strobe Kuning dan Merah (2 & 5)

Lampu strobe kuning (gading) dan merah digunakan sebagai tanda visual status otomatisasi yang digunakan saat itu. Menghidupkan strobe kuning menunjukkan bahwa LAS dihidupkan. Menghidupkan strobe merah menunjukkan bahwa LAS dan ISS dihidupkan dan otomatisasi siap.

LADAR Belakang (3)

LADAR memberikan suatu profil digital 2 dimensi untuk dinding yang mengelilingi alat. LADAR memproses ratusan pembacaan jarak linier per detik melalui busur sapuan (sweeping arc) dan mengubahnya menjadi sebuah ‘paket’ digital untuk pemrosesan oleh MCU (9). LAS menggunakan data ini untuk mempertahankan jarak sela antara mesin dengan dinding saat tramming, bagian ini bersifat jangka pendek atau fungsi ‘taktis‘. MCU (9) menggabungkan gambar-gambar LADAR belakang dan depan (3) dan informasi sensor artikulasi untuk ‘menunjukkan letak’ loader di dalam peta area, dan ini disebut jangka panjang atau fungsi ‘strategis‘.

Kamera Video Belakang (4)

Kamera video mengirimkan gambar video analog ke AVRU (8) untuk konversi digital dan transmisi nirkabel ke Operator station. Kamera ini memberikan gambar yang jelas untuk bucket loader yang menghadap ke depan (kamera depan) dan menghadap ke belakang (kamera belakang).

Unit Konverter DC-DC (DCCU) (6)

DCCU terdiri dari 2 modul yang memberikan output + 24 dan +12 VDC terfilter ke semua komponen LAS.

Antena Alat (7)

Ini merupakan antena pengirim dan penerima untuk komunikasi data LAS di antara alat dan LARN.

Antena Penerima ISS (Tidak ditunjukkan)

Antena Penerima ISS menerima sinyal ISS yang masuk via transmisi leaky feeder.

Audio Video Radio Unit – AVRU (8)

AVRU memiliki tiga fungsi utama:

  1. Mengubah Ethernet
  2. Memproses sinyal video yang dikirimkan oleh kamera video depan dan belakang (4) dan mengubahnya menjadi ‘paket’ digital untuk transmisi ke operator station.
  3. Memproses sinyal audio analog yang diterima dari mikrofon kabin dan mengubahnya menjadi ‘paket’ digital untuk transmisi ke operator station.

Machine Control Unit – MCU (9)

MCU memiliki 4 fungsi utama:

  1. Mengeluarkan perintah kontrol alat ke Remote Control Receiver
  2. Memperoses lokasi alat ke lokalisasi peta
  3. Memproses input sensor dan memonitor kesehatan alat
  4. Memonitor keutuhan proses komputer dan jika valid, menghasilkan output sebuah sinyal ke ISSU.

Independent Safety System Unit (ISSU) (10)

Fungsi-fungsi ISSU sebagai tahap interlock alat akhir untuk ISS. ISSU mencari sinyal ISS yang datang untuk mengisi (arm) dan memungkinkan alat untuk mendapatkan kontrol otonomi. Jika sambungan RF ini berhenti, ISSU akan mematikan mesin alat dan melepaskan rem. ISSU juga mengontrol pengoperasian strobe kuning dan merah.

Gambar 3

(11) Penerima Remote Control Receiver

Remote Control Receiver (11)

Remote control receiver menerima perintah dari MCU (9) via sambungan komunikasi seri. Alat ini mengubah perintah-perintah tersebut baik ke output daya biner maupun output Pulse Width Modulation (PWM) variabel untuk mengontrol alat. Output PWM mengontrol fungsi-fungsi proporsional: pengereman, inching, steer kiri, steer kanan, kontrol boom dan bucket. Output biner digunakan untuk semua fungsi yang lain: rem keras, maju, mundur, menghidupkan alat, klakson, lampu dan pemilihan gigi transmisi (gear). Logic internal-nya dirancang untuk merasakan dan mencegah kondisi output dan perintah yang tidak beraturan.

Gambar 4

(12) Sensor Artikulasi

Sensor Artikulasi (12)

Sensor artikulasi merupakan sebuah encoder sudut presisi tinggi yang mengukur sudut artikulasi alat. Data sudutnya dikirimkan via sebuah sambungan seri ke MCU (9) untuk pemrosesan. Piranti lunak otomatisasi menggunakan data ini untuk menghitung sudut artikulasi alat dan menggabungkannya dengan data scan LADAR (3) untuk ‘menemukan letak’ alat di dalam peta area.

Gambar 5

(13) Remote Control Logic Interface

Remote Control Logic Interface (13)

Unit ini memberikan interface fisik di antara pengkawatan alat dan remote control receiver. Bagian ini terdiri dari 23 relay yang digerakkan oleh output remote control receiver (11).

Gambar 6

(14) Remote Control Hydraulic Interface

Remote Control Hydraulic Interface (14)

Katup-katup mengatur gerakan alat lewat sinyal-sinyal yang dikirimkan ke katup-katup tersebut dari Remote Control Hydraulic Interface.

Gambar 7

(15) Remote switch (16) LAS enable key switch

Remote Key Switch (16)

Kontrol-kontrol remote switch mengontrol tenaga listrik ke Remote Control Receiver.

LAS Enbale Key Switch (16)

Fungsi utama LAS key switch adalah ISS interlock.

Gambar 8

(17) Tombol pengaktifan LAS

Tombol pengaktifan LAS (17)

Switch ini memiliki 2 fungsi:

  1. Daya LAS
  2. ISS interlock

Gambar 9

(18) Electronic Access Module (EAM)

Electronic Access Module (EAM) (18)

EAM memberikan data-data berikut untuk LAS untuk menggunakan:

  1. RPM alat
  2. Kecepatan alat
  3. Status rem parkir
  4. Level tegangan aki

Piranti Keras Operator Station

‘Operator Station’ merupakan semua sistem komputer yang digunakan untuk mengontrol Loader Automation System (LAS), dan bisa berpindah-pindah maupun berada di satu tempat tertentu saja.

Operator station terdiri dari beberapa komponen piranti keras:

Gambar 10

(1) Komputer konsul operator (2) Catu daya joystick (3) Komputer site server (4) UPS

Komputer Site server (19)

Site server menjalankan modul-modul piranti lunak berikut ini:

  • Server database
  • Area manager
  • Quick stop agent
  • Radio handover manager
  • Diagnostic Suite

Komputer Operator Console (21)

Operator console menjalankan modul-modul piranti lunak berikut ini:

  • LAS Login window
  • Strategic console
  • Tactical console
  • Menu Joystick
  • Tampilan Kamera (depan dan belakang)
  • Web browser + penggunaan sistem operasi (untuk digunakan dengan Web diagnostic)

Rak Komputer (24)

Uninterruptible Power Supply (UPS) (20)

Gambar 11

(22) Ethernet switch

Gambar 12

(23) Kursi ergonomi (24) Rak Komputer (25) Monitor (26) Quick Stop Safety Switch (27) Joystick kanan (28) Joystick kiri

Ethernet Switch (22)

Monitor (25)

Keybord, Mouse

Joystick Kiri dan Kanan (27 & 28)

Kursi Ergonomi (pilihan) (23)

Quick Stop Safety Switch (26)

Gambar 13

(29) Rincian joystick kiri dan kanan

Tombol JL1

  1. Lurus
  2. Berhenti
  3. Gear naik
  4. Gear turun
  5. Notification Log history

Tombol JR1

  1. Menu Kanan
  2. Berhenti
  3. Menu Naik
  4. Menu Turun
  5. Menu Kiri
  6. Bucket Counter

Bagian Pengoperasian

Prosedur Operator Station

Prosedur Menghidupkan Komputer

  1. Buka pintu kabinet komputer.
  2. Memastikan bahwa UPS power sudah hidup (#??). Jika lampu tidak menyala, tekan tombol power kecil (#??).
  3. Periksa bahwa catu daya untuk joystick sudah hidup (#??). Jika switch tidak menyala, pindah ke posisi on.
  4. Hidupkan komputer site server (#??). Huruf A, B, C, D seharusnya menyala hijau semuanya.
  5. Hidupkan komputer konsul operator (#??). tombol power seharusnya menyala hijau.

Gambar 14

(1) UPS (2) UPS On switch (3) UPS OFF switch (4) Switch ON/OFF catu daya joystick (5) Catu daya joystick (6) Komputer site server (7) Switch ON/OFF computer site server (8) Komputer konsul operator (9) Switch On/OFF computer konsul operatorProsedur Mematikan Komputer

  1. Klik kiri tombol Start di kiri bawah layar komputer Konsul Operator.
  2. Klik kiri ikon bertanda ‘Turn Off’.
  3. Klik kiri tanda ‘Shutdown’ di bagian tengah. Komputer konsul operator harus dimatikan setelah beberapa detik.
  4. Buka pintu kabinet komputer.
  5. Tekan tombol power komputer site server. Komputer harus dimatikan setelah beberapa detik.

Gambar 15

(1) Tombol start (2) tombol untuk mematikan

Gambar 16

(1) Tombol untuk mematikan

Prosedur Pengoperasian Piranti Lunak

Prosedur Menghidupkan Piranti Lunak

  1. Area produksi yang diinginkan dan alat harus diserahterimakan dan diaktifkan.
  2. Operator kemudian bisa masuk ke Konsul Operator yang mengoperasikan sistem. Jika LAS Login window tidak tampil secara otomatis, desktop shortcut bertanda ‘LAS login’ juga bisa digunakan. Username operator bisa dipilih menggunakan mouse dan password dimasukkan menggunakan keyboard.

Gambar 17

(34) LAS Login window

  1. Menekan klik kiri dengan mouse pada tombol LAS Login Start (34) akan memulai piranti lunak LAS. Komponen-komponen piranti lunak Strategic Console, Tactical Console, Menu Joystick dan Tampilan Kamera akan tampil pada layar.

Gambar 18

(35) Strategic console

Gambar 19

(36) Tactical console (37) Menu Joystick (38) Window depan-belakang kamera

  1. Area produksi yang diinginkan bisa dipilih dengan cara klik kiri pada gambar peta kecil di bagian atas Strategic console (35).
  2. Alat yang diinginkan bisa dipilih menggunakan item ‘Leader Next’ pada menu joystick (37). Hal ini akan memulai cycle alat-alat yang ada. Indikator status alat pada Strategic console (35) untuk alat yang sudah dipilih akan berubah ke kuning. Jika alat yang diinginkan sudah dipilih, klik tombol ‘down’ pada joystick untuk memilih ‘Loader Sponsor’ dari menu joystick. Indikator status alat akan menjadi hijau, menunjukkan bahwa Operator Station ini memiliki kontrol atas alat.
  3. Untuk menunjukkan lokasi alat, operator harus klik kiri pada indikator status alat, kemudian klik kiri kembali untuk menunjukkan lokasi alat pada peta area yang besar. Saat crusor switch pindah ke tanda panah kuning, crusor harus digerakkan sampai anak panah sesuai dengan orientasi alat dan klik kembali. Langkah ini harus diulangi sampai LADAR scan (ditunjukkan dengan warna merah) (36) sesuai dengan dinding terowongan (hijau) dan ikon alat diposisikan dan diorientasikan secara benar di area tersebut.

Lokasi alat pada peta Strategic console harus sesuai dengan lokasi alat yang sebenarnya di area. Penentuan lokasi yang tidak benar bisa menyebabkan kerusakan alat.

  1. Indikator status alat harus berganti menjadi warna magenta (merah tua) dan pesan yang ditunjukkan pada log pemberitahuan (notification log) pada tactical console seharusnya menunjukkan bahwa piranti lunak MINEGEM™ di atas alat sudah sinkron dan mengisikan data area. Jangan mencoba mengubah mode saat peta sedang diisi.
  2. Sesudah indikator status alat kembali ke warna hijau, sistem tersebut sudah siap untuk beroperasi. Aktifkan (arm) ISS dengan cara klik kiri tombol MISS pada Panel Status ISS.
  3. Dengan menggunakan menu Joystick, sistem bisa ditempatkan ke Standby Mode dan operator harus menunggu sampai pesan ‘AIS initializing’ hilang.
  4. Mesin kemudian bisa dihidupkan menggunakan item ‘Engine Start’ pada menu joystick. Tactical console akan menunjukkan pesan ‘Engine Starting’. Lampu onboard akan hidup dan suara mesin akan terdengar.
  5. Sekarang alat siap dipindahkan ke Operate Mode. Pada mode tersebut, semua fungsi joystick diaktifkan dan alat bisa dijalankan.

Mode kontrol alat bisa diubah kapan saja saat alat dioperasikan – namun, pengubahan mode saat melakukan dump cycle atau saat bergerak pada suatu kecepatan tidak dianjurkan.

Prosedur Mematikan Piranti Lunak

  1. Alat dipindahkan ke Safe Mode.
  2. LAS Login window harus dipilih pada Windows Task Bar.
  3. Komponen-komponen piranti lunak LAS kemudian dimatikan dengan cara klik kiri tombol LAS Login Stop.
Advertisements

Entry filed under: Uncategorized.

Dual-Band RF Circuits and Components for Multi-Standard Software Defined Radios Underground Tracking & Communications Systems

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


June 2012
M T W T F S S
« May   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Pages

Categories

My Tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Archives

Blog Stats

  • 94,051 hits

%d bloggers like this: