RSLogix 5000

May 28, 2011 at 8:09 pm 5 comments

RSLogix 5000 adalah software yang digunakan untuk memprogram PLC ControlLogix. Pada saat tulisan ini dibuat, RSLogix 5000 berjalan pada komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows 2000 atau Windows XP. RSLogix 5000 yang digunakan untuk menghasilkan gambar-gambar pada buku panduan ini adalah RSLogix 5000 versi 19. Selain RSLogix 5000 kita juga memerlukan software RSLinx sebagai software interface antara komputer dengan ControlLogix. Ini diperlukan pada saat download/upload atau online monitoring. Bila menggunakan I/O ControlNet kita juga memerlukan software RSNetworx for ControlNet, sedangkan bila menggunakan I/O DeviceNet kita memerlukan software RSNetworx for DeviceNet.

Membuat Project

Membuat program aplikasi baru untuk ControlLogix berarti membuat project baru pada RSLogix 5000. Untuk membuat project ControlLogix maka jalankan software RSLogix 5000 pada komputer dengan meng-klik ganda pada ikon RSLogix 5000 pada layar desktop. Ikon ini diletakkan pada desktop pada saat instalasi software RSLogix 5000. Setelah jendela RSLogix 5000 muncul dan siap dipakai, klik pada menu File dan pilih New atau klik pada ikon New. Pada layar komputer akan muncul jendela New Controller. Melalui jendela ini kita akan menentukan jenis processor ControlLogix yang akan dipakai, nama dari project, deskripsi bila diinginkan, jenis chassis yang digunakan (berapa slot), slot tempat processor diletakkan dan folder tempat penyimpanan file project.

image

Masukkan informasi-informasi yang berkaitan pada kotak isian yang tersedia. Pada kotak Type pilihlah jenis processor yang digunakan. Untuk Name masukkan nama project yang akan dibuat. Nama ini nantinya juga akan dipakai sebagai nama file dengan extension file .ACD. Masukkan deskripsi pada kotak Description bila diperlukan. Pada Chassis Type pilih jenis chassis yang akan dipakai apakah chassis 4 slot, 7 slot, 10 slot, 13 slot atau 17 slot. Simulator ControlLogix yang dipakai menggunakan chassis 10 slot, karena itu pilihlah 1756-A10 10-Slot ControlLogix Chassis. Simulator ControlLogix yang dipakai memiliki dua processor yang dipasang pada slot 1 dan 4. Kita akan menggunakan processor pada slot 1 lebih dahulu, masukkan 1 pada kotak Slot yang tersedia. Pada kotak Create In, pilih folder tempat file project akan dibuat dengan menggunakan fasilitas Browse. Gunakan folder C:\RSLogix 5000\Projects. Ini adalah folder default yang dibuat oleh RSLogix 5000 pada saat instalasi software tersebut. Klik OK setelah selesai memasukkan informasi-informasi tersebut.

Mengubah property Controller

Bila diinginkan untuk mengubah property Controller / project yang telah dibuat, pada jendela project klik kanan pada folder Controller Training kemudian pilih Properties. Akan muncul jendela Controller Properties. Jendela ini terdiri dari beberapa tabulasi. Beberapa hanya aktif pada saat online dengan controller.

image

Bila ada perubahan yang ingin dilakukan silakan mengubahnya melalui jendela Controller Properties ini. Melalui jendela ini kita juga bisa mengubah parameter-parameter port RS-232 melalui tabulasi Serial Port, System Protocol dan User Protocol.

Konfigurasi Modul I/O

ControlLogix memerlukan I/O Configuration. Ini termasuk juga modul komunikasi atau controller lain yang akan dipakai pada project. Modul I/O bisa diletakkan pada chassis yang sama dengan controller-nya (disebut I/O local) atau bisa diletakkan pada chassis yang berbeda (I/O remote) Perlu diketahui juga bahwa dengan ControlLogix kita bisa membuat logic (ladder atau Function Block) terlebih dahulu tanpa melakukan I/O Configuration. Hal ini dilakukan dengan menggunakan tag-tag yang tidak menunjuk ke I/O (menggunakan Base Tag) Kemudian setelah selesai membuat logix kita bisa mengkonfigurasi modul I/O dan lalu memasukkan tag-tag I/O pada daftar tag yang telah ada.

Konfigurasi Modul I/O Lokal

Pada jendela project, klik kanan pada folder I/O Configuration dan klik pada New Module. Muncul jendela dialog Select Module Type.

image

Modul-modul pada simulator ControlLogix yang akan dipakai adalah modul digital input 1756- IB16D (slot 2), modul digital output 1756-OB16D (slot 0 dan 4), modul analog input 1756-IF6I (slot 8) dan modul analog output 1756-OF6VI (slot 7). Modul digital output pada slot 4 akan dipakai oleh Controller pada slot 3.

Konfigurasi Modul Digital Input

Pertama-tama kita akan meng-konfigurasi modul digital input yang ada pada slot 2. Modul digital input ini terhubung dengan push button dengan label DI0 sampai DI11 dan dengan selector switch dengan label DI12 sampai DI15 pada simulator ControlLogix. Pada daftar modul yang ada cari dan pilih 1756-IB16D, kemudian klik OK. Pada layar akan tampil jendela Module Properties.

image

Masukkan nama DigitalInputSlot2 untuk modul ini pada kotak Name yang tersedia, kemudian pada kotak Slot pilih Slot 2 karena modul input ini ada pada slot 2 chassis. Untuk Communication Format pilih Full Diagnostics – Input Data. Communication format menentukan jenis komunikasi modul dengan controller, jenis pemilikan controller terhadap modul dan struktur data yang akan digunakan oleh modul. Untuk tiap-tiap modul, jenis communication format yang didukungnya berbeda-beda. Pada kotak Electronic Keying pilih jenis penguncian yang diinginkan. Pilihlah Compatible Module.

Klik Next> untuk beralih ke jendela Module Property berikutnya.

image

Requested Packet Interval menyatakan periode update data dari modul. Walaupun demikian pada kasus-kasus tertentu digunakan juga metode Change of State. Biarkan kotak RPI tetap berisi 5 ms. Pilihan Inhibit Module memungkinkan kita untuk memutuskan hubungan controller dengan module. Klik Next> untuk beralih ke jendela berikutnya. Jendela ini aktif hanya ketika sedang online dengan processor. Klik Next> lagi untuk ke jendela berikutnya. Akan ditampilkan setting Change of State, Diagnostic dan Filter Time.

image

Pada jendela ini kita dapat mengubah fungsi diagnostic dan input change of state per point dan filter time. Klik pada kotak Enable Diagnostics for Open Wire dan kotak Enable Diagnostic Latching untuk input 0 sampai dengan 7 untuk men-disable-kan fungsi-fungsi ini. Klik Next> dua kali dan kemudian klik Finish. Setelah I/O Configuration untuk modul input ini selesai maka RSLogix 5000 secara otomatis akan membuat tag-tag untuk modul ini. Pada jendela project klik ganda pada Controller Tags di bawah folder Controller Training. Akan muncul jendela Monitor Tags pada layar sebelah kanan. Tag-tag ini disusun secara terstruktur sampai ke level bit

image

Informasi pada tag yang tersedia tergantung pada jenis module yang digunakan sedangkan nama tag tergantung pada lokasi module tersebut pada chassis (slot dan local atau remote) Secara umum format tag I/O adalah sebagai berikut:

Location:SlotNumber:Type.MemberName.SubMemberName.Bit

Pada contoh di atas input terminal 3 modul digital input 1756-IB16D dapat diakses pada tag Local:2:I.Data.3. Nama Local menunjukkan bahwa modul dari tag tersebut berada pada chassis yang sama dengan controller.

Konfigurasi Modul Digital Output

Buka kembali jendela I/O Configuration. Sekarang kita akan mengkonfigurasi modul digital output. Modul digital output yang digunakan adalah 1756-OB16D dan berada pada slot 0 dan 3. Modul digital output pada slot 3 akan dikonfigurasi pada saat menggunakan controller pada slot 3. Untuk controller pada slot 1 kita hanya akan menggunakan modul digital output pada slot 0. Pada daftar modul yang ada cari dan pilih 1756-OB16D, kemudian klik OK. Pada layar akan tampil jendela Module Properties.

image

Masukkan nama DigitalOutputSlot0 untuk modul ini, kemudian pada kotak Slot pilih Slot 0 karena modul output yang akan dikonfigurasi berada pada slot 0 chassis. Untuk Communication Format pilih Full Diagnostics – Output Data.

Klik Next> untuk beralih ke jendela Module Property berikutnya. Tidak ada informasi yang akan dimasukkan pada jendela ini, klik kembali Next>. Jendela ini aktif hanya ketika sedang online dengan processor. Klik Next> lagi untuk ke jendela berikutnya. Akan ditampilkan setting Output State dan Diagnostic.

image

 

 

Pada jendela ini kita dapat mengubah fungsi diagnostic dan output state per point. Kita akan mengubah Output State pada Program Mode untuk point 0 dan 1 menjadi On dan point 2 dan 3 menjadi Hold. Klik pada tanda panah bawah pada kotak 0 dan 1 pada kolom Program dan pilih On, kemudian untuk point 2 dan 3 pilih Hold. Untuk fungsi diagnostic klik pada kotak Enable Diagnostics untuk input 0 sampai dengan 4 untuk men-disable-kan fungsi ini. Klik Next> tiga kali dan kemudian klik Finish.

Setelah I/O Configuration untuk modul output selesai maka RSLogix 5000 secara otomatis akan membuat tag-tag untuk modul ini. Buka jendela Monitor Tags dan perhatikan tag yang dibuat RSLogix 5000 untuk modul output ini. Output point pada modul output ini dapat diakses melalui tag Local:0:O.Data.0 sampai dengan Local:0:O.Data.15.

image

Konfigurasi Modul Analog Input

Buka jendela I/O Configuration. Modul analog input yang digunakan pada simulator ControlLogix adalah 1756-IF6I dan berada pada slot 8. Pada daftar modul yang ada cari dan pilih 1756-IF6I, kemudian klik OK. Pada layar akan tampil jendela Module Properties.

image

Masukkan AnalogInputSlot8 untuk nama modul ini, kemudian pada kotak Slot pilih slot 8 karena modul analog input yang akan dikonfigurasi berada pada slot 8 chassis. Untuk Communication Format pilih Float Data. Klik Next> untuk beralih ke jendela Module Property berikutnya. Tidak ada yang diubah pada konfigurasi sehingga kita meng-klik Next> kembali. Jendela ini juga hanya aktif pada saat online. Klik Next> kembali.

image

Pada jendela ini kita bisa mengkonfigurasi parameter untuk tiap-tiap channel. Karena kita hanya menggunakan dua channel dari modul analog input ini, maka masukkan parameter seperti di atas untuk Channel 0 dan 1. Klik Next>.

image

Masukkan parameter-parameter alarm seperti gambar di atas untuk Channel 0 dan 1, kemudian klik Next>. Kalibrasi tidak akan dilakukan sehingga kita mengklik Next> kembali. Layar ini hanya aktif pada saat online. Klik Finish >> untuk keluar dari jendela I/O Configuration. Buka jendela Controller Tags. Data analog Channel 0 sampai 5 modul analog input ini dapat diakses melalui tag Local:8:I.Ch0Data sampai dengan Local:8:I.Ch5Data.

image

Konfigurasi Modul Analog Output

Buka jendela I/O Configuration. Modul analog output yang digunakan pada simulator ControlLogix adalah 1756-OF6VI dan berada pada slot 7. Pada daftar modul yang ada cari dan pilih 1756-OF6VI, kemudian klik OK. Pada layar akan tampil jendela Module Properties.

image

Masukkan AnalogOutputSlot7 untuk nama modul ini, kemudian pada kotak Slot pilih slot 7 karena modul analog output yang akan dikonfigurasi berada pada slot 7 chassis. Untuk Communication Format pilih Float Data. Klik Next> untuk beralih ke jendela Module Property berikutnya. Tidak ada yang diubah pada konfigurasi sehingga kita meng-klik Next> kembali. Jendela ini juga hanya aktif pada saat online. Klik Next> kembali. Pada jendela ini kita bisa mengkonfigurasi parameter untuk tiap-tiap channel. Kita akan menggunakan parameter default sehingga parameter-parameter yang ada tidak perlu diubah.

image

Klik Next> untuk ke jendela berikutnya.

image

Pada jendela ini kita mengatur Output State modul analog output. Ubah konfigurasi yang ada sehingga seperti pada gambar di atas. Lakukan hanya untuk channel 0 saja. Klik Next> kembali. Muncul jendela untuk mengatur parameter limit.

image

Masukkan parameter High Clamp dan Low Clamp seperti di atas untuk Channel 0 dan 1. Klik kembali Next>. Kalibrasi tidak akan dilakukan sehingga kita mengklik Next> kembali. Layar ini hanya aktif pada saat online. Klik Finish >> untuk keluar dari jendela I/O Configuration.

Lihat pada Controller Tags, tag-tag yang telah dibuat untuk modul analog output ini.

image

Data analog Channel 0 sampai 5 modul analog output ini dapat diakses melalui tag Local:7:O.Ch0Data sampai dengan Local:7:O.Ch5Data.

Konfigurasi Modul I/O Remote

ControlLogix dapat berkomunikasi dengan I/O pada chassis remote menggunakan Remote I/O, ControlNet, DeviceNet atau Ethernet. Untuk dapat memanfaatkan feature-feature I/O ControlLogix dan untuk system redundancy maka kita harus menggunakan juga I/O ControlLogix dengan menggunakan ControlNet. Konfigurasi modul I/O remote hampir sama dengan konfigurasi modul I/O local, hanya saja sebelum mengkonfigurasi modul I/O-nya sendiri, kita harus mengkonfigurasi modul komunikasi pada chassis local dan modul komunikasi atau adapter pada chassis remote. Selain itu untuk bisa menggunakan I/O ControlNet kita juga perlu menggunakan software RSNetworx for ControlNet. Berikut adalah contoh menggunakan I/O remote menggunakan modul ControlNet dan I/O ControlLogix.

Konfigurasi Modul ControlNet

Buka jendela I/O Configuration. Karena menggunakan ControlNet maka kita pilih modul 1756- CNB atau 1756-CNBR, kemudian klik OK. Pada layar akan tampil jendela Module Properties. Masukkan CnetSlot5 untuk nama modul ini, kemudian pada kotak Slot pilih slot 5 karena modul ControlNet yang akan dikonfigurasi berada pada slot 5 chassis. Klik Next> untuk beralih ke jendela Module Property berikutnya. Jendela ini juga hanya aktif pada saat online. Klik Next> dua kali, kemudian klik Finish.

Konfigurasi Modul ControlNet Remote

Pada jendela Project, klik kanan modul ControlNet yang baru saja dibuat pada folder I/O Configuration dan pilih New Module. Pada jendela I/O Configuration, pilih modul 1756-CNB atau 1756-CNBR, kemudian klik OK. Pada layar akan tampil jendela Module Properties.

image

Masukkan RemoteCnetNode2 untuk nama modul ini, kemudian pada kotak Chassis Size masukkan ukuran chassis yang digunakan. Pada kotak Slot pilih slot 0 karena modul ControlNet pada chassis remote ini berada pada slot 0 chassis. Klik Next> untuk beralih ke jendela Module Property berikutnya. Parameter pada jendela ini tidak akan diubah sehingga kita mengklik Next> kembali. Jendela ini hanya aktif pada saat online. Klik Next> kembali, kemudian klik Finish.

Konfigurasi Modul I/O ControlLogix pada Chassis Remote

Untuk mengkonfigurasi modul I/O-nya sendiri pada chassis, klik kanan pada modul ControlNet remote yang baru dibuat dan pilih New Module. Prosedur selanjutnya adalah sama seperti mengkonfigurasi modul I/O local.

image

Tag ControlLogix

ControlLogix menggunakan tag untuk menyimpan data. Tag adalah sama seperti variable pada bahasa pemrograman komputer. Tiap-tiap tag mempunyai nama dan jenis data (data type) yang disimpannya. Tag I/O dibuat secara otomatis pada saat mengkonfigurasi modul I/O, sedangkan data-data lainnya seperti timer, counter, internal relay (Bit file) yang memerlukan tag harus dibuat terlebih dahulu. Jadi terdapat sedikit perbedaan dengan jenis-jenis PLC sebelumnya yang biasa kita kenal.

Tag-tag pada ControlLogix dapat dikelompokkan sebagai Base Tag, Alias Tag, Produced Tag dan Consumed Tag. Lebih jauh mengenai ini akan dijelaskan pada saat praktek.

Data Type

Data type yang ada pada ControlLogix adalah:

image

Type data struktur terdiri dari beberapa data dari jenis yang sama atau berlainan. Contoh type data struktur yang ada pada ControlLogix adalah:

• TIMER

• COUNTER

• CONTROL

• MESSAGE

• PID

• Dll

Type data struktur I/O secara otomatis dibuat oleh program RSLogix 5000 pada saat kita melakukan konfigurasi I/O. Selain type data struktur yang telah ada, kita juga bisa membuat sendiri type data struktur tersebut yang dikenal sebagai user-defined structure. Pada jendela project, kita bisa mengklik kanan pada folder User-Defined di bawah folder Data-Types. Untuk mengelompokkan data dari jenis yang sama kita juga bisa menggunakan array. Jumlah dimensi maksimum dari data array adalah tiga dimensi.

Ruang Lingkup Tag

Tag bisa bersifat lokal atau global. Pada saat membuat tag maka ada pilihan untuk kotak Scope, yaitu program (lokal) atau controller (global). Kita bisa memiliki beberapa tag berbeda menggunakan tag yang sama asal mengunakan scope yang berbeda-beda. Tag program hanya bisa digunakan oleh rutin-rutin yang ada pada program tersebut. Rutin dari program yang lain tidak bisa menggunakan tag program tersebut. Tag controller bisa diakses oleh semua rutin yang ada di program yang berbeda-beda pada controller tersebut. Semua tag I/O adalah tag controller sehingga semua program bisa mengaksesnya.

Program pada ControlLogix

ControlLogix menggunakan task, program dan routine untuk mengatur jalannya logix pada ControlLogix. Task mengatur kapan dan program mana yang harus dijalankan. Program digunakan untuk mengelompokkan data dan logix. Routine adalah sekumpulan instruksi dengan satu programming language, sama dengan program file pada PLC-5 atau SLC 500.

Task

Jumlah task maksimum pada satu controller adalah 32 task. Pada satu task dapat discheduled- kan sebanyak 32 program. Ada dua jenis task, yaitu continuous task dan periodic task. Jumlah continuous task pada satu controller hanya satu sedangkan periodic task bila ada continuous task bisa 31 dan bila tanpa continuous task bisa 32 periodic task. Continuous task berjalan terus menerus dengan prioritas paling rendah, sedangkan periodic task akan berjalan sesuai dengan interval waktu yang telah ditentukan. Tiap-tiap task memiliki level prioritas. Jumlah level prioritas adalah 15 ( 1 – 15) dengan level 1 sebagai prioritas tertinggi. Tiap-tiap task memiliki watchdog timer untuk memonitor eksekusi task tersebut.

Program

Tiap-tiap program memiliki tag program, sebuah main routine dan atau beberapa routine lainnya serta fault routine sebagai optional. Jumlah program pada satu task adalah 32. Program harus di-scheduled-kan didalam task supaya bisa dijalankan. Program yang tidak discheduled- kan akan berada pada folder Unscheduled Programs.

Routine

Routine pada ControlLogix adalah sama seperti program file pada PLC-5 atau SLC 500. Tiap program memiliki sebuah main routine yang ditulis dengan menggunakan programming language tertentu, dalam hal ini bisa Relay Ladder Logic atau Function Block Diagram. Untuk menjalankan routine lain yang berada dalam satu program maka digunakan perintah seperti JSR.

Menggunakan Relay Ladder Logic

Pada saat tulisan ini dibuat ControlLogix mendukung pemrograman dengan menggunakan Relay Ladder Logic dan Function Block Diagram. Berikut adalah pemakaian Relay Ladder Logic pada ControlLogic.

Instruksi-instruksi Relay

Klik ganda pada MainRoutine. Jendela logic akan muncul di bagian kanan layar. Masukkan instruksi-instruksi ladder pada MainRoutine tersebut sehingga menjadi seperti pada gambar di bawah.

image

Instruksi-instruksi pada gambar diatas belum dikaitkan dengan tag. Kita bisa saja memasukkan tag-tag I/O pada instruksi tersebut tetapi tag-tag I/O tersebut tidak memiliki keterangan apaapa. Oleh karena itu kita akan memasukkan tag-tag yang memiliki nama yang berarti seperti PushButton1, Start, Stop dsb. Sekarang ini kita belum memiliki tag-tag tersebut. Untuk membuat tag tersebut dapat dilakukan melalui jendela logic. Pada dasarnya ada beberapa cara membuat tag ini seperti akan kita ketahui nanti. Pada rung 0, klik ganda pada tanda tanya (?) di atas instruksi XIC dan ketik PushButtonDI0 kemudian tekan Enter. Masukkan tag-tag yang lain sesuai gambar di bawah.

image

Walaupun tag-tag tersebut sudah ada pada ladder di atas, tetapi tag tersebut tidak memiliki informasi apa-apa seperti type data tag atau type tag tersebut. Oleh karena itu kita akan membuat tag-tag pada ladder logic tersebut menunjuk ke digital input atau digital output. Klik kanan pada tag PushButtonDI0 pada rung 0 dan pilih New “PushButtonDI0”…

image

Akan muncul jendela New Tag. Kita akan membuat agar tag PushButtonDI0 menunjuk pada input terminal 0 modul digital input pada slot 2. Pada Tag Type terdapat 4 pilihan di sini yaitu Base, Alias, Produced dan Consumed. Tag Base adalah tag dasar yang memiliki type data tertentu. Tag Alias adalah tag menunjuk ke tag yang lain. Tag Produced adalah tag yang nilainya bisa dibaca oleh controller lain sedangkan tag Consumed adalah tag yang nilainya berasal dari controller lain. Karena tag PushButtonDI0 akan menunjuk ke tag I/O maka kita akan memilih Alias sebagai Tag Type. Pada kotak Alias For klik pada tanda panah bawah dan cari Local:2:I.Data kemudian klik tanda panah di sebelah kanan dan pilih 0. Untuk scope kita pilih global (controller) Informasi-informasi yang telah kita masukkan akan tampak seperti pada gambar berikut.

image

Klik OK. Buka jendela Controller Tags dan perhatikan bahwa telah ada tag PushButtonDI0 pada daftar tag. Pada jendela Controller Tags bagian bawah ada dua tab di sini, yaitu Monitor Tags dan Edit Tags. Sekarang ini kita berada pada mode Monitor Tags. Klik pada tab Edit Tags untuk menuju mode edit. Terlihat bahwa tag PushButtonDI0 pada kolom Alias For tertera Local:2:I.Data.0.

Lakukan hal yang sama untuk tag-tag yang lain sehingga tampilan ladder logic menjadi seperti berikut.

image

Download Project

Untuk mendownload project kita bisa menggunakan port RS-232 yang ada di processor ControlLogix. Untuk ini dibutuhkan kabel 1756-CP3. Gunakan DF1 sebagai driver sewaktu 1 melakukan konfigurasi pada software RSLinx. Untuk mempermudah gunakan fasilitas Auto Configuration di RSLinx.

Pada RSLogix 5000 klik pada menu Communications dan pilih Who Active. Pada jendela Who Active yang muncul, klik pada processor ControlLogix di slot 1 kemudian klik pada tombol Download. Setelah proses download selesai, ubah mode ControlLogix dari Remote Program menjadi Remote Run. Test project yang telah kita download dengan menekan pushbutton yang ada di simulator ControlLogix dan perhatikan apakah bekerja sesuai dengan ladder logic yang dibuat.

Test juga konfigurasi yang telah kita lakukan terhadap modul digital input dan digital output seperti fungsi diagnostic. Untuk ini kita perlu membuka jendela Controller Tags dan melihat perubahan nilai-nilai yang ada. Coba juga untuk mencabut modul digital input dan digital output dari chassis ControlLogix dan perhatikan perubahan-perubahan yang terjadi. Setelah selesai ubah mode RSLogix 5000 menjadi offline.

Membuat Internal Relay

File bit B (seperti B3 pada PLC-5) harus dibuat sebagai tag base dengan type data BOOL. Pada jendela Select Data Type kita juga bisa memasukkan jumlah element pada bagian Array Dimensions sehingga didapatkan tag array. Masukkan ladder logic berikut di bawah rung yang telah dibuat di MainRoutine pada MainProgram.

image

Pada ladder logic di atas terdapat tag array B3. Untuk mengakses satu bit pada array tersebut digunakan address tag B3[0], B3[1] dan seterusnya. Tag OneShotBit dan OnOffBit adalah tag base dengan type data BOOL dan merupakan bit tunggal. Ladder logic tersebut akan membuat satu push button sebagai saklar on off. Setiap kali menekan tombol ini maka akan mengubah status lampu LightDO2 dari on menjadi off atau dari off menjadi on. Download kembali project tersebut dan lihat apakah bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Setelah selesai, buat kembali RSLogix 5000 menjadi offline.

Instruksi Timer dan Counter

Sama seperti untuk file bit, file untuk timer maupun counter juga harus dibuat. Untuk timer dan counter juga bisa dibuat array. Buatlah ladder logic untuk timer seperti dibawah.

image

Ladder logic dibawah adalah contoh untuk counter.

image

Instruksi Move

Untuk memakai intruksi MOV kita akan menggunakan tag dari modul analog input dan analog output. Pada ladder logic berikut, kita juga menggunakan fasilitas alarming modul analog input. Masukkan instruksi-instruksi berikut beserta tag-tagnya. Download kembali ke controller di slot 1 dan pindah ke mode Remote Run. Lihatlah tag-tag modul analog ini di jendela Controller Tags sambil memutar potensio AI0.

image

Logic dengan User-Defined Data Types

Ladder logic berikut menggunakan tag-tag yang diantaranya terdapat tag dengan type datanya user defined. Pada jendela project terdapat folder Data Types dimana salah satu sub-foldernya adalah User-Defined. Sekarang folder tersebut masih kosong. Sebelum membuat logic-nya, kita akan membuat type data User-Defined-nya lebih dahulu. Klik kanan pada folder User- Defined dan pilih New Data Type. Kita akan membuat type data yang strukturnya memiliki beberapa type data lainnya. Type data yang dibuat adalah Product yang anggota-anggotanya adalah Bahan1, Bahan2, Bahan3, MixingTime, Temperature dan Nama. Bahan1, Bahan2, Bahan3, MixingTime dan Temperature mempunyai tipe data INT (Integer) , sedangkan Nama memiliki type data STRING. Masukkan informasi-informasi mengenai type data yang baru seperti ditunjukkan pada gambar berikut.

image

Klik OK. Sekarang buat tag dengan tipe data tersebut. Klik kanan pada Controller Tags dan pilih New Tag. Masukkan ProductMade sebagai nama tag dan pilih type data Product dengan 10 element. Gambar berikut menunjukkan apa yang harus dimasukkan pada jendela New Tag.

image

Klik OK. Ladder logic akan kita masukkan ke program baru. Klik kanan pada MainTask dan pilih New Program. Masukkan MakeProduct sebagai nama program dan klik OK. Buat rutin Ladder Diagram baru di program MakeProduct dan beri nama MakeProductRoutine. Klik ganda pada rutin MakeProductRoutine dan masukkan logic-logic berikut.

image

Download program tersebut dan test apakah bekerja dengan baik. Ubah posisi salah satu selector switch pada simulator dan tekan PushButtonDI8. Preset timer ProductTiming akan berubah sesuai dengan posisi selector switch sehingga lama indikator status pada modul digital output slot 0 menyala juga sesuai dengan posisi selector switch.

Advertisements

Entry filed under: Electrical Engineering.

BIPOLAR JUNCTION TRANSISTOR (BJT) Selecting servo or radar flow sensor technology for custody transfer considerations

5 Comments Add your own

  • 1. gorga  |  July 12, 2011 at 9:28 pm

    Hallo Pak Tanoto,

    minta tolong info dong bagaimana procedure instalasi software RS logic 5000? saya baru saja beli CD software nya, punya perusahaan sih,,,

    Reply
  • 2. ridwan anwar  |  September 1, 2011 at 4:18 pm

    Mas BIsa minta sample file project gak, Contoh, traffict ligt, atau flip flop. kalau boleh, tolong kirim kan ke email saya ya. Thanks. Ridwan Anwar

    Reply
    • 3. muhamad isa  |  March 3, 2012 at 1:59 pm

      pak boleh minta contoh program baik yang ada routine dan subroutine untuk belajar terima kasih

      Reply
  • 4. dnya  |  May 20, 2012 at 6:20 pm

    pak, saya pakai 1756-l55 controllogix 5555 dan rs logix 5000 versi 13, emulator versi berapa yah yang cocok dengan controller tersebut?

    Reply
  • 5. Ajat Jatnika  |  June 10, 2012 at 4:27 pm

    Ilmu yang bermanfaat bagi mereka yang sedang belajar atau mendalami RSLogix 5000. Saya juga baru belajar dan baru saja saya mendapat ilmu baru terimakasih dan semoga makin banyak tulisan tulisan mengenai PLC ini. Terus berbagi ilmu mas.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


May 2011
M T W T F S S
« Oct   Jan »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Pages

Categories

My Tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Archives

Blog Stats

  • 98,630 hits

%d bloggers like this: