Programmable Logic Controller

June 7, 2009 at 3:02 am Leave a comment

Programmable logic controller (PLC) adalah suatu system kontrol yang terdiri dari peralatan elektronik yang digunakan untuk mengontrol proses tertentu. PLC merupakan bagian sistem kontrol yang terhubung dengan komponen  kontrol seperti switch, solenoid, dan sensor-sensor lainnya. PLC yang merupakan bagian control system terhubung langsung dengan proses kontrol yang dilakukan sesuai dengan program yang ada pada memori. PLC akan menerima data sinyal masukan, memprosesnya dan menghasilkan keluaran sebagai data keluarannya.

PLC1

Dari gambar blok diagram diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Input interface (masukan) : berupa sinyal dari peralatan lain seperti photoelektrik, microswitch, pushbutton, dll, baik dalam bentuk analog maupun digital yang digunakan sebagai signal instruksi dalam program.
  2. Output interface (keluaran) : hasil dari eksekusi suatu program yang terhubung dengan peralatan lain seperti relay, lampu indikator dan lain-lainnya. Output ini bisa berupa analog maupun digital dan AC ataupun DC.
  3. Power Supply (catu daya): merupakan unit yang menyediakan daya untuk kebutuhan PLC.
  4. Central Processing Unit (CPU): suatu perangkat yang mampu untuk menyimpan data dan program. Didalam PLC digunakan untuk memproses program, sinyal I/O serta berkomunikasi dengan peralatan lain.
  5. Memory: tempat menyimpan program dan data aplikasi yang ada pada PLC.

PLC menyediakan berbagai macam type block yang mana user program dan data yang dapat disimpan saling berhubungan. Tergantung pada keperluan proses, program dapat disusun didalam block-block yang berbeda. Berikut ini adalah type dari program block:

  • Organization Block (OB)   adalah bentuk interface diantara operating system dan user program. Seluruh program dapat disimpan didalam OB1 yang secara siklis dikenal oleh operating system (program linear) atau program dapat dipisah dan disimpan dalam beberapa block (program terstruktur). Itulah sebabnya organization block dikenal sebagai operating system.
  • Function (FC) berisi actual user program yang fungsional. Itulah yang memungkinkan untuk membuat program fungsi yang kompleks sehingga dengan begitu dapat ditugaskan oleh parameter. Sebagai hasilnya, fungsi juga cocok untuk pemrograman terulang, pemrograman fungsional yang komplek seperti kalkulasi.
  • Sistem function (SFC) adalah integrasi fungsi parameter-assignable didalam operating system CPU.
  • Function block (FB).Secara mendasar function block (FB) menawarkan kemampuan yang sama seperti fungsi. Sebagai tambahan, function block mempunyai area memory tersendiri dalam  bentuk  data block. Function block cocok untuk pemrograman terulang dan pemrograman fungsional yang komplek seperti closed-loop control.
  • System function block (SFB) adalah integrasi fungsi parameter-assignable didalam operating system CPU. Fungsi dan kemampuannya telah ditetapkan.
  • Data block (DB) adalah area data dari user program dimana data user  diatur secara terstruktur.
Advertisements

Entry filed under: Electrical Engineering.

Berpikir Kritis Antusiasme dan Sikap Mental Positif

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


June 2009
M T W T F S S
« May   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Pages

Categories

My Tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Archives

Blog Stats

  • 98,630 hits

%d bloggers like this: