Sejarah Perkembangan Teknologi OTEC

May 30, 2009 at 3:11 pm Leave a comment

Ahli fisika Perancis Jaques d’Arsonval pada tahun 1881 pertama kali mengemukakan konsep pembangkit ocean thermal energy conversion (OTEC) sebagai salah satu penggunaan dari siklus Rankine. Salah seorang muridnya, yaitu Georges Claude, pada tahun 1930 telah membuat pusat pembangkit OTEC di Teluk Matanzas dekat Kuba. Pusat pembangkit listrik dengan daya 22 KW ini hanya dapat bekerja selama dua minggu karena dihancurkan oleh sebuah angin topan sehingga pipa untuk memasukan airnya rusak total. Proyek itu kemudian dihentikan. Pada tahun 1950-an, perusahaan Perancis yakni Societe d’Energie des Mers melanjutkan usaha itu dengan merancang sebuah pusat pembangkit listrik di pantai dekat Abidjan, ibukota Pantai Gading (Ivory Coast). Pusat pembangkit listrik ini tidak jadi dibangun karena harga energi listrik pada saat itu masih rendah sekali, dan pasar telah dibanjiri oleh pasokan bahan bakar fosil, serta adanya prediksi energi nuklir yang akan menjadi “energi murah”.

Kemelut energi yang terjadi pada tahun 1973 dan terjadinya embargo minyak yang terjadi di Timur Tengah telah memberikan suatu dorongan yang kuat terhadap pengembangan teknologi OTEC. Dan pada akhirnya seorang ahli fisika yang bernama Clarence Zenner menganjurkan untuk melanjutkan proyek OTEC. Sejak itu perusahaan besar di Jepang, Amerika Serikat, dan beberapa negara eropa mulai melanjutkan proyek-proyek OTEC. Di Amerika Serikat misalnya, perusahaan Lockheed, Westinghouse dan General Electric dengan giat melakukan pengembangan prinsip OTEC. Selain itu, perusahaan Union Carbide, Foster Wheeler, Rockwell dan Alva-Laval juga giat mengembangkan heat exchanger untuk proyek OTEC. Kemudian juga muncul lembaga-lembaga penelitian seperti Batelle dan MITRE yang memberi dukungan besar terhadap pengembangan OTEC.

Natural Energy Laboratory of Hawaii Authority (NELHA), sebuah laboratorium yang dimiliki oleh badan Negara Bagian Hawaii, mengoperasikan fasilitas OTEC di Keahole Point di pantai barat pulau Hawaii. NELHA didirikan pada tahun 1974 ketika lembaga legislatif negara tersebut mendirikan Laboratorium Energi Alam Hawaii (NELH, Natural Energy Laboratory of Hawaii) dan menyisihkan 321 acres tanah untuk penelitian dan pengembangan sumber energi alam, terutama OTEC. Awal penelitian dimulai pada tahun 1976 sebelum dibangun fasilitas onshore, menggunakan sebuah pelampung lepas pantai (bouy) yang digunakan studi biofouling untuk calon elemen heat exchanger siklus tertutup OTEC.

Mini-OTEC adalah pembangkit pembangkit listrik OTEC terapung pertama di dunia dengan daya sebesar 50 KW beroperasi di lepas pantai kepulauan Hawaii pada tahun 1980-an. Proyek ini merupakan inisiatif perusahaan Lockheed yang bekerjasama dengan NELHA. Studi-studi memperkirakan dalam jangka menengah maupun jangka panjang pembangkit listrik OTEC memiliki prospek yang cukup baik. Karenanya direncanakan untuk membuat suatu proyek percobaan di Eropa untuk membangun sebuah pembangkit listrik OTEC dengan daya hingga 10 MW. Hal itu juga didukung oleh pemerintah Perancis melalui Centre National pour l’Exploitation des Oceans (CNEXO).

https://i0.wp.com/energytower.org/images/main_4_7.jpg

Advertisements

Entry filed under: Perkembangan.

googlebb4bb9db2fdad1cd.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


May 2009
M T W T F S S
    Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Pages

Categories

My Tweets

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Archives

Blog Stats

  • 87,225 hits

%d bloggers like this: